JALAN DAN TUJUAN

Untuk memahami tujuan tertinggi pengetahuan (sadhya) dan cara untuk mencapai tujuan itu (sadhana), Sri Tapana Misra bertanya kepada Tuhan Caitanyacandra sebagai berikut, Sang Brahmana berkata, ‘ami ati dina-hina jana’. Hamba adalah orang papa yang rendah dan hina. Mohon bebaskanlah hamba dari keberadaan duniawi ini dengan lirikan-Mu yang penuh karunia. Hamba tidak mengetahui tujuan dari kehidupan maupun cara untuk mencapainya, mohon jelaskanlah hal ini kepada hamba. Hamba tak menemukan kenikmatan apapun dalam pemuasan indria duniawi. Oleh karenanya He Doya moy, O Tuhan Yang Mahamurah-hati, bagaimanakah cara hamba memperoleh kelegaan?”

Tuhan bersabda, “Vipra! O Brahmana! Apalagi yang dapat dikatakan tentang betapa beruntungnya dirimu. Karena engkau memiliki keinginan untuk memuja Krishna, itu saja sudah cukup. Isvara-bhajana, pemujaan kepada Tuhan Tertinggi, bagaimanapun juga sungguh sulit dicapai. Tuhan Sendiri secara pribadi mengajarkan prinsip-prinsip keagamaan (dharma) bagi jaman tertentu. Dia menjelma untuk menegakkan empat dharma yang berbeda bagi empat jaman yang berbeda pula, dan setelahnya Dia kembali ke tempat kediaman-Nya.”

paritranaya sadhunam vinasaya ca duskrtam
dharma samsthapanarthaya sambhavami yuge-yuge

“Untuk menyelamatkan orang saleh, membinasakan orang jahat, dan untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma Aku Sendiri muncul pada setiap zaman.”

“Yuga-dharma bagi jaman Kali adalah pengucapan nama suci Tuhan secara beramai-ramai (sankirtana). Empat dharma bagi empat jaman itu semuanya dimaksudkan demi pembebasan para roh yang terikat.”

krte yad dhyayatovisnum tretayam yajato makhaih
dvapare paricaryayam kalau tad-dhari kirtanat

Hasil apapun yang diperoleh pada Satyayuga dengan bermeditasi pada Visnu, pada Tretayuga dengan melaksanakan pengorbanan suci, dan pada Dvaparayuga dengan melayani kaki padma Tuhan, akan dicapai pada Kaliyuga ini hanya dengan mengucapkan Hare Krishna mahamantra

Intisari segala prinsip-prinsip keagamaan pada jaman Kali ini adalah pengorbanan suci berupa pengucapan nama-nama suci Tuhan (sankirtana maha-yajna). Seseorang tidak akan dapat terbebaskan dengan mengikuti prinsip-prinsip keagamaan yang lain. Veda-gopya atau makna rahasia veda-veda tidak pernah terwujud bagi orang-orang biasa. Makna rahasia veda hanya mewujudkan dirinya di dalam hati seseorang yang menjadi pengikut sejati proses rohani veda, yaitu seseorang yang mengikuti seorang acarya sejati dan menerima pengetahuan rohani melalui proses turun temurun dari garis perguruan yang terpercaya. Pokok-pokok bahasan apapun yang dapat dipahami oleh para penikmat indria duniawi maupun para rohaniawan dengan pengetahuannya yang miskin dan dangkal hanyalah makna luar dari veda. Pokok-pokok bahasan yang demikian itu bukanlah tujuan utama para pengikut veda yang sejati, yang mencari pengetahuan sebenar-benarnya.

Veda sendiri pun tak mampu menguraikan sepenuhnya kemuliaan seseorang yang mengucapkan nama-nama Tuhan siang malam, bahkan di kala dia makan maupun tidur. Dengarlah wahai Misra! Tidak ada pertapaan maupun pengorbanan yang lain dianjurkan pada jaman Kali ini. Orang yang memuja Krishna adalah yang paling beruntung. Kembalilah ke rumahmu dan pujalah Tuhan Krishna dengan penuh perhatian, lepaskan segala kecenderungan tipu-menipu. Dengan mengucapkan nama suci Krishna beramai-ramai, engkau akan memperoleh segalanya, baik cara menuju tujuan tertinggi (sadhana) maupun tujuan tertinggi itu sendiri (sadhya)

harer nama harer nama
harer namaiva kevalam
kalau nastyeva nastyeva
nastyeva gatir anyatha

HARE KRISHNA HARE KRISHNA
KRISHNA KRISHNA HARE HARE
HARE RAMA HARE RAMA
RAMA RAMA HARE HARE

ei sloka nama bali’laya maha-mantra
sola-nama batrisa-aksara ei tantra

Dalam jaman yang penuh pertengkaran dan kemunafikan ini tiada cara lain untuk mencapai pembebasan selain mengucapkan nama suci Tuhan.

HARE KRISHNA HARE KRISHNA
KRISHNA KRISHNA HARE HARE
HARE RAMA HARE RAMA
RAMA RAMA HARE HARE

Inilah yang disebut maha-mantra. Mengandung enam belas nama suci Tuhan, terdiri dari tiga puluh dua suku kata.
Bila engkau senantiasa mengucapkan maha-mantra ini, benih cintakasih kepada Tuhan akan tumbuh di hatimu. Maka engkau akan memahami tujuan kehidupan dan cara untuk mencapainya”.

Setelah mendengarkan ajaran ini dari bibir padma Tuhan, Tapana Misra, yang terbaik di antara para brahmana, bersujud berulang-ulang kepada-Nya. Tapana Misra lalu berkata, ”Ijinkanlah hamba turut tinggal bersama-Mu, Tuhan”.
Tuhan kemudian menjawab, ”Segeralah engkau pergi ke Varanasi (Kasi, Benares). Aku akan menemuimu di sana dan menjelaskan kepadamu kebenaran tentang tujuan kehidupan serta cara mencapainya”. Tuhan kemudian memeluknya, dan oleh kebahagiaan cintakasih yang luar biasa Tapana Misra menjadi merinding. Ketika dia akan permisi, Tapana Misra memeluk kaki padma Tuhan.

Prabhupada Srila Bhaktisiddhanta Sarasvati menjelaskan bahwa ketika Tapana Misra mengungkapkan keinginannya untuk mendampingi Tuhan ke Sri Mayapur, dia diperintahkan oleh Tuhan untuk pergi ke Varanasi, tempat segala kesimpulan sastra suci yang menentang Kebenaran Mutlak sangat berpengaruh. Ada banyak penganut ajaran Mayavada, baik dalam pengikut Buddha maupun pengikut Sankara, yang memilih berlindung pada pengetahuan spekulatif dan menentang pengucapan nama suci Tuhan tinggal di Varanasi. Di kemudian hari, ketika Tapana Misra akan bertanya kembali dan Tuhan Sendiri juga akan menjelaskan kembali tujuan hidup tertinggi berikut cara mencapainya. Orang-orang yang mengharapkan pembebasan, yang mendengar kesimpulan kitab suci tentang sadhya dan sadhana langsung dari Tuhan Sendiri, akan terlepas dari kondisi batinnya itu dan memperoleh kesempatan melayani Tuhan tanpa kepura-puraan, segera setelah mendengar kesimpulan Tuhan ini. Inilah sebabnya mengapa Tuhan mengirim penyembah-Nya, Sri Tapana Misra ke Kasi.
Sarva-bhuta-krpaluta prabhura carita
Adalah sifat-Nya, Tuhan senantiasa penuh belas kasih kepada semua makhluk.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.