Ratapan Uddhava 2

Krishna menyerang surga demi Satyabhama

Krishna mendekati Satyabhama dan dengan lembut menyentuhnya, tapi dia menepis tangan-Nya. “Pergilah Engkau !”, dia berkata dengan pedas. “Pergilah pada ratu kesayangan-Mu. Engkau pendusta. Engkau telah mempermalukan dan mengejekku di depan semua orang”. Krishna berkata, “Dengarlah, Aku hanya memberikan satu kuntum bunga pada Rukmini, engkau sudah begitu kecewa. Aku akan membawa seluruh bunga parijata dari surga dan menanamnya di halaman istanamu.” Satyabhama menjawab, “Engkau tidak bisa memberiku sekuntum bunga, kini bicara tentang membawakanku seluruh pohon bunga!”. “Ikutlah Aku!”, kata Krishna. Segera Beliau memanggil Garuda dan membawa Satyabhama naik ke punggungnya. Berdua menuju surga. Krishna kemudian menyerang Indra dan memerangi para dewa, mengalahkan mereka semua. Beliau mencabut pohon parijata dan menanamnya di halaman istana Satyabhama.

Uddhava kemudian berkata lagi kepada Narada Rishi, “Setelah menaklukkan para dewa, Krishna juga membawa Sudharma-sabha dengan paksa. Aula pertemuan di surga yang sangat termashyur itu. Beliau mengetahui bahwa para dewa memiliki ego palsu sebagai para penguasa alam semesta. Jadi untuk menghancurkan kebanggaan mereka Beliau merampas Sudharma-sabha dan membawanya ke Dvaraka. Lihatlah bagaimana Krishna bahkan melayani para Yadava di Dvaraka. Anda juga tahu bahwa Krishna mentahtakan Ugrasena, ayah Kamsa, sebagai maharaja dan berkata padanya, “Aku hambamu, Berilah Aku perintah dan Aku akan mengumpulkan upeti dari seluruh alam semesta bagimu. Janganlah khawatir.” Demikianlah Krishna pun menjadi bawahannya. Sankarsana, Putra Vasudeva Maharaja dan Rohini, adalah saudara Krishna. Krishna juga memilki sepuluh putra dan satu putri dari masing-masing ratu-Nya. Melalui mereka Beliau juga mendapatkan banyak cucu. Semua ini adalah keluarga sedarah Krishna, svajana-Nya. Walaupun para Pandava sudah seperti saudara, tapi tetap mereka adalah cuma sahabat-sahabat-Nya. Lihatlah betapa agung penduduk Dvaraka, para Yadava.

Uddhava menambahkan , “Kami adalah para penyembah-Nya dari tingkatan yang sangat tinggi dan kami juga sangat dikasihi oleh Krishna. Saya menerima apapun yang dikatakan-Nya. Beliau juga bilang bahwa di antara semuanya saya adalah yang paling dikasihi-Nya, penasehat-Nya, sahabat-Nya dan hamba-Nya. Tapi walau demikian saya masih dirundung ratap tangis”. “Mengapa Anda meratap, oh Uddhava yang mulia?”, tanya Narada. “Saya begitu bangga bahwa saya telah melayani Krishna dengan berbagai cara, dan betapa kedudukan saya di Hati-Nya, tapi segala kebanggaan saya hancur berkeping-keping saat saya pergi ke Vrindavan dan melihat kemuliaan para Gopi. Cinta mereka setinggi langit dan sedalam samudera. Cintanya tak terbatas, tiada terukur oleh diri saya. Bila Anda ingin melihat betapa agung para Vrajavasi, para hamba Tuhan yang termulia, pergilah ke Vrindavan.”

Deva Brahma berkata bahwa Krishna adalah Yang Mahakuasa, Tuhan di atas segala tuhan. Tiada tandingan-Nya dan Mahaperkasa. Walau demikian Beliau juga sangat manis. Beliau dapat memusnahkan seluruh alam semesta dalam sekejap dan menciptakannya berjuta kali juga dalam sekejap. Krishna yang sama itu juga ingin melayani para Gopi. Dia adalah sahabat dan putra tercinta bagi semuanya di Vraja Nandagram (S.B.10.14-32). Uddhava sendiri telah berdoa, “Di seluruh dunia ini tanah Gokula adalah yang paling terberkati. Mengapa? Karena para Gopi, yang telah menyempurnakan hidupnya melalui cintakasih mereka yang tiada ternoda kepada Sri Govinda, tinggal di sana. Tanpa mereka Vraja tidak akan menjadi mulia. Sri Govinda yang memelihara seluruh alam semesta, khususnya adalah jiwa dan kehidupan para Vrajavasi, yaitu para gopa, gopi, sapi-sapi dan anak-anaknya. Walaupun Sri Govinda tinggal di Goloka Vrindavan, Beliau juga memelihara dan menghidupi semua makhluk di seluruh bagian alam semesta ciptaan-Nya. Mereka yang takut akan keberadaan duniawi, seperti diriku, para Rishi dan muni, begitu dahaga untuk melayani Sri Krishna, terutama pada saat Beliau berada di antara para Gopi. Kami tidak ingin lahir dalam keluarga Brahmana maupun menjadi Brahma sekalipun”. (S.B.10.47.58)

Uddhava berkeinginan hanya untuk menjadi sehelai rumput di Vrindavan. Dia berkata, “Ketika Krishna berkumpul dengan para Gopi atau ketika para Gopi pergi untuk menemui Krishna, mereka akan menempatkan kakinya dan menginjak rumput itu, yaitu diriku. Dengan demikian hidupku akan sempurna”. (S.B.10.47.61) Bagaimanakah kedudukan para Gopi, cinta serta kasih sayangnya kepada Krishna bila dibandingkan dengan cinta Uddhava? Brahma, Sankara dan semua dewata melaksanakan arcana (pemujaan) pada kaki Laskmi. Laksmi itu pula yang melaksanakan pertapaan untuk dapat melayani Krishna di Vrindavan, namun tak berhasil mendapatkannya. Laksmi ingin memasuki rasa-lila, namun Krishna tak menerimanya. (S.B.10.47.62)

Uddhava mulai menangis ketika dia melanjutkan kata-katanya, “ Oh Gopi, hamba ingin menjadi debu di kakimu. Tidak banyak, hanya sebutir debu saja, karena hamba tidak akan mungkin mencerna keberuntungan yang lebih besar dari ini.”(S.B.10.47.63). Ada begitu banyak Gopi yang tak terhitung, tapi dalam hatinya Uddhava telah memilih satu Gopi khusus. Dialah Srimati Radhika. Uddhava hanya menginginkan sebutir debu dari kaki padma-Nya. Uddhava berkata, “O Gopi, Engkau telah menaklukkan Krishna dan menempatkan-Nya di bawah kendali-Mu. Kini Dia sepenuhnya milik-Mu. Hamba tak mampu menyampaikan kepada-Nya apa yang telah Engkau katakan dalam derita perpisahan dengan Diri-Nya. Sepertinya Dia bisa mati bila mendengar semua ini. Hamba tidak memiliki perasaan keterpisahan seperti Diri-Mu, O Gopi, hamba tidak memiliki kerinduan seagung itu. Engkau adalah maha-bhaga, yang paling mujur. Engkau lebih mulia dari diriku. Lebih dari Pandava Yudhistira, Uddhava ini, dan bahkan lebih dari Giriraja Govardhana. Engkau telah mencurahkan begitu banyak karunia bagi hamba, tapi hamba sungguh tak beruntung, karena hamba tak memiliki kepantasan untuk menerimanya.” Demikianlah Uddhava kemudian menangis tersedu-sedu.

Inilah ratapan Uddhava, “Mengapa hamba tidak memiliki kepantasan untuk menerima sebutir debu saja dari kaki padma-Mu,” Uddhava yang dikatakan oleh Krishna sebagai kecintaan-Nya, yang paling dikasihi-Nya. Uddhava yang dikatakan sebaik Diri Krishna Sendiri, yang kepadanya Krishna berkata,”Engkau selalu dekat dengan-Ku”. Uddhava inilah yang meratap dan menangis demi menjadi sehelai rumput di Vraja, hanya untuk memperoleh sebutir debu dari kaki padma Srimati Radharani.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.